Pada kali ini saya akan menjelaskan mengenai dampak dan apa saja yang menjadi aspek aspek revolusi industry 4.0.Digitilalisasi, computing power dan data analytic telah melahirkan terobosan-terobosan yang mengejutkan di berbagai bidang, yang men-disrupsi kehidupan kita. Bahkan men-disrupsi peradaban kita, yang mengubah lanskap ekonomi global, nasional, dan daerah serta laskap politik global, nasional dan daerah. Lanskap interaksi global, nasional, dan daerah. Semuanya akan berubah,” tutur Presiden Jokowi.

Penggunaan mesin uap pada proses produksi di tahun 1750-1850 mendorong terjadinya revolusi industri pertama di Inggris dan seluruh dunia. Dampak yang terjadi saat itu adalah penggunaan tenaga hewan dan manusia yang digantikan oleh mesin berbasis manufaktur. Adanya peralihan perekonomian ini menyebabkan urbanisasi besar-besaran sehingga membengkaknya populasi di kota.

Pada awalnya Indonesia diperkenalkan dengan kemajuan teknologi pada saat hubungan antara Belanda dan Inggris semakin terjalin dengan baik. Pembangunan jalur transportasi darat mempermudah mobilitas penduduk dan perdagangan di Pulau Jawa. Bermunculannya pabrik-pabrik di kota besar mendorong masyarakat agraris dan maritim mengadu nasib pada kehidupan baru di kota. Dengan meningkatnya penduduk di kota maka meningkat pula tenaga buruh yang menganggur dan membutuhkan lapangan kerja, dalam hal ini banyak buruh dibayar dengan upah murah.

Perubahan kebudayaan akibat penetrasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia merupakan dampak dari revolusi industri. Menurut pendapat Selo Soemardjan (tokoh pendidikan dan sosiolog) “Kebudayaan adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan yang dapat mempengaruhi suatu sistem sosial, sikap, nilai-nilai, maupun pola yang ada diantara kelompok dalam masyarakat”.

Dalam era digitalisasi saat ini telah terjadi perubahan fundamental dari evolusi teknologi yang menyasar celah kehidupan manusia. Ditemukannya internet pada awal 90-an menjadi titik balik besar dan sejarah dunia dan memberikan dampak yang sangat luar biasa, sehingga melahirkan revolusi industri ke-4. Jerman sebagai Negara yang mengglobalkan istilah industri 4.0 secara tidak langsung merubah wajah industri dunia. Menurut Wikipedia, industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik, yang mencakup sistem siber fisik, internet untuk segalanya, komputer awan, dan komputasi kognitif.
Perkembangan dunia digital saat ini sudah mencapai segala aspek dari segi bisnis, politik, ekonomi, budaya, hiburan, transportasi, dan lain sebagainya. Dari segi budaya saat ini di berbagai Negara telah mengembangkan budaya digital (digital culture), yang dimana fleksibilitas memungkinkan membawa pengaruh pada industri media dan pengguna.

Selain itu, para wisatawan juga membutuhkan konsumsi selama melakukan kegiatan wisata, hal ini bisa menjadi sarana dalam mengenalkan jenis makanan khas pada daerah masing-masing. Dibukanya rumah makan atau tempat-tempat yang menyediakan kuliner bagi wisatawan, dapat membuka peluang lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja yang berasal dari penduduk sekitar. Dengan demikian, artinya pengembangan industri pariwisata ini memiliki dampak-dampak yang ditimbulkan bagi pemerintah maupun masyarakat sekitar lokasi wisata. Pembanguan Bali saat ini dan pada masa yang akan datang, masih tidak lepas kaitannya dengan pembangunan tiga strategi sektoral yaitu, pembanguan pertanian dalam arti luas, pembangunan pariwisata dan pembangunan industri kecil, yang dilaksanakan konsisten berbasis budaya dan lingkungan.
Visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih menjadi bagian dari dokumen peraturan daerah yang segera akan dibahas dan disahkan bersama-sama denga DPRD Provinsi Bali. Memasukkan aspek antisipatif dampak revolusi industri 4.0 di dalam implementasi kebijakan pembangunan pertanian dalam arti luas, pembangunan sektor pariwisata dan pembangunan dan pengembangan industri kecil menjadi suatu keharusan, serta mencarikan solusi atas kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh revolusi industri 4.0 seperti berkurangnya kesempatan kerja, kemungkinan melebarnya kesenjangan ekonomi antarwilayah dan antarkelompok, risiko-risiko keamanan, rusaknya hubungan antarmanusia, serta kemungkinan rusaknya optimisme atas ‘’bonus demografi’’ yang kita miliki. Pemerintah daerah harus mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi, oleh karenanya berbagai kemudahan dalam investasi bidang teknologi tinggi, termasuk industri pengolahan harus lebih diprioritaskan. Perbaikan iklim
investasi hendaknya terus diperbaiki, upaya deregulasi, penegakan hukum dan kepastian usaha untuk meningkatkan daya saing lebih ditingkatkan.
Dari semua hal di atas, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat luas menghadapi potensi ancaman, tantangan, harapan dan peluang dengan semangat optimisme. Pemerintah daerah hendaknya mulai merancang pusat-pusat kawasan sains atau Science Techno Park, yang nantinya diharapkan mampu mendorong munculnya produk-produk inovatif, memperkuat daya saing di daerah, mendorong hilirisasi hasil riset dan teknologi sehingga bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri.